Hanya Titipan

23.56 0 Comments A+ a-

Sering kali aku berkata,
ketika orang memuji milikku,

bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan Nya,
bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya,
bahwa putraku hanya titipan Nya,

tetapi,

mengapa aku tak pernah bertanya,
mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?

Dan kalau bukan milikku,
apa yang harus kulakukan untuk milik Nya
ini?

Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang
bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa barat,
ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya?

Ketika diminta kembali,
kusebut itu sebagai musibah,
kusebut itu sebagai ujian,
kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja
untuk melukiskan bahwa itu adalah derita.

ketika aku berdoa,
kuminta titipan yang cocok dengan hawa
nafsuku,

Aku ingin lebih bnyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih bnyak rumah,
lebih banyak popularitas,

dan kutolak sakit,
kutolak kemiskinan,
seolah...
semua "derita" adalah hukuman bagiku

seolah...
keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti
matematika :

aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan Nikmat dunia kerap menghampiriku.

kuperlakukan Dia seolah mitra dagang,
dan bukan kekasih.

kuminta Dia membalas "perlakuan baikku",
dan menolak keputusanNya yang tak sesuai
keinginanku,

Gusti,
padahal tiap hari kuucapkan,
hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah...
"ketika langit dan bumi bersatu,
bencana dan keberuntungan sama saja"
(By WS.Rendra)
Bagi Sobat-sobat yg ingin walpapernya silahkan saja klik gambarnya